Kok Anda bisa berada di sini...?

Jumat, 29 Juli 2011

Farewell Evening

Sumpah lebe abis. #ditabokanaksekelas

*menarik kembali kata-kataku*

Jadi, pada tanggal 24 Juni 2011, sehari kurang sebelum pembagian rapor, para Crew memutuskan untuk mengadakan sebuah Farewell Party alias acara perpisahan sebagai ajang kumpul-kumpul bersama teman-teman sekelas sebelum akhirnya (mungkin) pisah kelas.

Jadilah setelah berunding lewat Facebook Group beberapa hari sebelumnya, gonta-ganti lokasi, memikirkan pengurusan persiapannya... Rencana yang awalnya menyatakan bahwa pestanya bertempat di Pantai Manggar bermasalah karena mesti menyewa transportasi berupa bus milik Pertamina yang harganya di luar jangkauan. Pada akhirnya panitia menetapkan acara diselenggarakan di rumah salah seorang anggota di kawasan Pertamina: Rumahnya Yodi. Brilian.

Setelah rencana fixed sehari sebelumnya, uang konsumsi mulai ditagih dibayarkan (ditagih juga sih :p). Beberapa warga kelas tidak bisa ikut atas alasan perjalanan (dan diancam disuruh
memberikan upeti a.k.a oleh-oleh) dan terpaksa melewatkan momen-momen seru ini!! Yihhaaa!! (hiperbol)


...Langsung skip ke acaranya ya...

---
Rencana awal adalah berkumpul di rumah Yodi pukul 4 sore, tetapi terpaksa diundur karena banyak yang terlambat... #ceritaaib xD

Sebelum acara dimulai, anak-anak foto-foto bareng sembari menanti semua untuk datang.




Sekaligus mempersiapkan properti untuk games yang nanti bakal diadain. Properti yang waktu itu dikerjakan adalah memasukkan tepung dan kertas perintah ke dalam balon yang akan ditiup. Jadi sambil mendayung minum air gitu loh #eh. Walaupun (tetep) lebih banyak sesi foto-fotonya :p





Sampai pada akhirnya... Semua yang confirmed sudah datang! Itu artinya acara bisa dimulai dan saya tidak perlu lagi menyendiri memandangi hamparan daratan Balikpapan yang tampak spektakuler dari titik bukit rumah Yodi (?).

Acara pertama adalah game "Panjang-Panjangan!!!!"



Yups. Buat yang logikanya masih jalan pasti sudah ngeh duluan apa maksud dari permainan "panjang-panjangan" ini. Jadi, keseluruhan peserta dibagi dalam dua kelompok besar, dan setiap kelompok ini bersaing untuk menjajakan indomie ke seluruh kompleks perumahan menyusun barang-barang yang mereka bawa ke mana-mana menjadi satu barisan panjang, dan kelompok yang memiliki barisan properti yang lebih panjang akan menjadi pemenangnya!

Walau pada awalnya para peserta sempat memaparkan ekspresi "WTF is this" di wajah mereka (alias "apa sih ini?") ketika isyarat mulai diberikan, semua langsung dengan semangat berkontribusi memamerkan menaruh segalanya yang mereka bawa untuk dibariskan menjadi satu. Pada akhirnya... Satu kelompok harus kalah.

Setelah game berakhir, ada lagi free time yang notabene gak ada dalam jadwal tapi apa boleh dikata, ini mungkin hari terakhir kami bisa hangout bareng lagi, jadi berkumpul dan bercerita dengan mereka yang begitu berharga bukanlah suatu dosa (besar), 'kan?

Di penghujung free time, sudah waktunya bagi kami untuk shalat. Maghrib telah tiba. Maka, sejam pun diisi dengan beberapa kloter ibadah. Selesainya sesi ibadah (he?), kami makan-makan ayam bakar boyolali (mancap) dan bertukar kado!!!!!

Setiap anak sudah diinstruksikan untuk membawa kado yang dibungkus kertas koran senilai 10rb-30rb rupiah untuk ditukarkan dengan entah siapa. Kami membuat membuat undian kertas, semua hadiah yang telah terkumpul dilabeli nomor dan yang mendapat nomor tersebut akan memperoleh hadiah tersebut :)


Kamis, 28 Juli 2011

The End (Yet)

Whassup, konco-konco?!

Masih ingat Senam Bugar, kan? Itu lho, kelas yang akan menanti kita begitu kita mendaki gunung(pasir), melewati lembah, memasuki gerbang samping smansa dan terus menyeberangi 2 setengah lapangan olahraga... Dari mana setengahnya tidak penting, yang sekarang menjadi pertanyaan adalah...



Masa lupa, sih?! :(

*meringkuk di pojokan sambil garukgaruk tanah*


*sniffles* Sudahlah, sekarang saya akan bangkitkan kembali ingatan Anda sekalian!! *lap ingus*

SENAM BUGAR (bukan olahraga) merupakan singkatan dari SEpuluh eNAM Bersatu Untuk neGARa (bukan alay ya, hanya menekankan dari mana kata tersebut berasal -_-). Gelar yang sedikit berbau-bau politik ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa wali kelas X-6 adalah seorang guru pendidikan kewarganegaraan yang mengajar kami. Jadilah nama Senam Bugar dilantik untuk merepresentasikan kelas kami yang memang kelas "sepuluh-enam", satu negara, sehat dan bugar (ah masa?), rajin menabung (gak salah nih?), suka olahraga, dan... uhm, bersatu.

Kenapa saya ragu-ragu untuk menampilkan kata bersatu tadi adalah sebuah isu internal kelas. Singkat kata saja, kelas kami dulu sempat sarat dengan isu "gang" (baca "geng", bukan "gang". aduh blibet) atau perkelompokan. Tahu kan ya, di mana seseorang hanya bisa akrab bergaul dengan beberapa orang tertentu... Pokoknya begitu lah. Walaupun isu tersebut telah menyurut sedikit demi sedikit, bersatupadu masih menjadi kata yang belum bisa mantap kami tancapkan di hati kami masing-masing. Dan kami tidak akan mengakui suatu prinsip sebelum kami benar-benar yakin bisa memegang prinsip tersebut. Tsahhhh. Dalem. *ups ambigu*

Nevermind. Walaupun Senam Bugar secara teknis telah dibubarkan oleh lembaga akademisi bernama sekolah... Tunggu.

Sudahkah saya singgung dalam blog ini bahwa rekan-rekan kelas X-6 Crew a.k.a Senam Bugar sudah naik kelas semua? Pembubaran Senam Bugar (secara teknis, dengan kata lain naik kelas) terlaksana tanggal 25 Juni 2011 (bener gak sih?) bertepatan dengan pembagian rapor semester genap kelas X saat itu. Meski ini jalan yang mesti tempuh, dan meski berat, kami akhirnya harus merelakan atribut-atribut fisik kelas tercinta kami (gak hiperbol kan?) ini. Kelas bercat hijau terangnya, meja-meja penuh coretannya, projector dengan kabel ngadatnya, papan tulis dengan coretan permanen "X-6" di pojok bawah kirinya (warisan kakak kelas), tabel periodik raksasa berbingkainya, dan segala macam pernak-pernik yang pernah menjadi saksi bisu akan eksistensi kami semua di sana...

Walau telah "bubar", saya secara pribadi berharap kita tidak akan memutuskan tali persahabatan semudah itu. Setelah hampir setahun bersama anak-anak Crew (saya masuknya telat yaaa -.-), saya mulai terbiasa dengan letak strategis kelasnya (dekat kantin shishishi), kerusuhan anggota-anggotanya di saat-saat tertentu, humor-humor garingnya, frase-frase unik yang dibuat...

brb nangis.

*nangis di pojokan*

*selesai nangis* *lap airmata*

Selain mengumumkan pembubaran kelas tercinta... Saya juga ingin memberitahu bahwa blog ini TIDAK AKAN DITUTUP. Yihhaaaa. Kabar buruk buat semua selain saya.

Sebegitu cintanya saya sama kelas ini sampai saya berniat akan MEMBANGKITKAN KEMBALI MEMORI LAMA YANG ADA. HA-HA-HA!! Buat anak-anak Crew yang kalau (syukur-syukur masih) kangen sama kelas lamanya, yuks mari mampir-mampir sini atau posting kenangan yang kalian ingat tentang kelas ini di sini. Buat saja account Blogger dan hubungi saya kalau mau jadi admin atau kontributor di sini. Blog ini terbuka buat kalian, kok :)


Salam Gahul, Cihui, dan Kangen (tanpa "band")
-Gray235

[Featured Video] Stefian F.M.

Sedikit video buat nambah-nambahin postingan nih... xD
Yang tokoh utama: Stefian Fernando Manurung (Mano)
Yang di sampingnya tokoh utama: Wiratama Putra Pratikta (Wira)
Yang ketawa di belakangnya: Nur Annisa Istiqomah (Icha)
Yang Upload: Ryan Adhitya (Ryan)


Yeeehuuu. Hitung-hitung lebih mengenal arek-arekku~

Walaupun (mungkin) video ini tidak seheboh lipsync-nya Briptu Norman, moga-moga saja bisa menjadi sarana buat Mano supaya dikenal orang-orang biar lancar dapet kerjaan (lho?).

Saran? Kritik? Komentar?
Kontak Facebook saya di Gleam Rapper (karena Facebook kelas rahasia, sekalian promosi akun sendiri hehe) atau Follow Twitter Crew di @SenamX6Bugar. Beware twitter followers, we may trash-talk!



Salam Blogger, Tepuk Facebook, Peluk Twitter, Dadah YouTube...
-Gray235 :)

Kamis, 02 Juni 2011

Ruang Kelas Paling Ajaib

Sebelumnya, mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk para anggota Crew X-6 tersayang, karena amanah me-manage blog ini yang kalian embankan kepadaku terkatung-katung hingga sekarang (padahal inisiatif sendiri..???) :)

Okay, untuk menenangkan saraf-saraf akademis (ada ya?) selama periode pre-semesteran ini, mari membahas sejenak mengenai ruang kelas X-6 yang notabene sudah banyak berubah sejak ditempatinya kurang dari setahun lalu.

Pertama.....

...pintunya....

Seorang guru masuk ke dalam ruangan kelas, bersiap menunaikan tanggung jawabnya mengajar... em... mendidik anak-anak muridnya, siswa-siswi X-6 yang bandel-bandel tiada tandingan (pisss :D). Beliau berjalan ke dalam membawa tas yang ia bawa (aduh bebelit) dan menutup pintunya sebelum kami sempat merespon apa-apa...

"JANGAN!!!!!!!!!!!" anak-anak spontan berteriak.

Beberapa refleks menutupi mulut tanda kaget, sebagian hanya terdiam, sebagian mencuri-curi kesempatan memanggil ibu kantin untuk memesan gorengan (iya, jendela kelas kami langsung menghadap kantin), beberapa bersalto panik, sisanya tetap tenang bermain laptop...


Apa yang terjadi, saudara-saudara?? Ternyata PINTUNYA TIDAK BISA DIBUKA (properly) DARI DALAM ruang kelas diakibatkan engsel pintu yang ada di dalam ruangan LEPAS....

Yap, fakta ini benar-benar mengejutkan sampai-sampai ibu kantin yang tadi dipanggil oleh ______ (demi keamanan, nama oknum disembunyikan) TIDAK MAU mengantarkan gorengan yang ia pesan (tepatnya gak denger dipanggil)

Jadi sekarang kalau ruang kelas tertutup, kami harus lewat jendela meminta tolong orang yang lewat di koridor untuk membukakan pintunya. Biasanya sih heran dulu di-request begitu. Kalau nggak, ya coba 'mencongkel' dari dalam. Oh well... thing happens!



Kedua....

...meja guru....

Sebenarnya keajaiban (baca: keanehan) ini terjadi semata-mata karena rebellious mind (pemikiran memberontak gitu deh) kami yang terlalu banyak belajar PKn mengenai persamaan derajat, dan dipadu dengan practical habitual (kebiasaan praktis, alias MALAS) sehingga kami berpikir 'Untuk apa meja guru dibuat lebih bagus daripada meja murid-muridnya padahal fungsinya sama? Bukankah kami justru menghabiskan waktu lebih lama di kelas dibanding sang guru?'

Yus. Meja guru dan meja siswa (hampir) sama. Bedanya hanyalah meja untuk murid difungsikan untuk dua orang sekaligus, sedangkan meja untuk guru difungsikan untuk satu orang saja. Tapi tipenya sama. Kayu. Tanpa lapisan khusus. Tanpa taplak meja. Tanpa stationery alias alat tulis. Tapi plus coretan. Tahu, kan? Coret-coretan murid dari Tip-Ex, pulpen, atau garukan?

Mungkin 'cuma' coret-coretan itu yang membuat beberapa guru komplain pada kami. Sebagian kecil diantaranya lho.


Ketiga....

...apa lagi yah??....

oh ya, KOMPUTERNYA.

Which is sangat sangat ganjil. Karena bahkan kami tidak tahu modelnya, keluaran berapa, OSnya (operating systemnya, serumpun Windows, Linux gitu deh) apa...

Tapi canggih men.

Monitornya aja transparan. CPUnya juga. Keyboardnya juga. Mousenya juga.

Iya. Kami gak punya komputer kelas..... -____________-'

BELIKAN X-6 KOMPUTER KELAS YANG CANGGIHHHHHHHHHHHHHHHHHH~!!! #jeritanhati

---

Yus. Sepertinya itu saja keanehan isi inventaris ruang kelas kami. So far, yang paling aneh memang pintunya. Hasil dimainin seseorang (atau beberapa) siang sepulang sekolah.

Cheersixten!

Kamis, 10 Februari 2011

Kamis Kimia

X-6 Crew punya group 'rahasia' di Facebook...
dan malam ini disibukkan dengan membahas tentang ulangan 'remedial' Kimia yang diadakan secara online, yang seharusnya dimulai jam 8 tadi namun baru terlaksana jam 9 kurang dikarenakan sang guru lupa :| #epic


Pengikut