Sebelumnya, mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk para anggota Crew X-6 tersayang, karena amanah me-manage blog ini yang kalian embankan kepadaku terkatung-katung hingga sekarang (padahal inisiatif sendiri..???) :)
Okay, untuk menenangkan saraf-saraf akademis (ada ya?) selama periode pre-semesteran ini, mari membahas sejenak mengenai ruang kelas X-6 yang notabene sudah banyak berubah sejak ditempatinya kurang dari setahun lalu.
Pertama.....
...pintunya....
Seorang guru masuk ke dalam ruangan kelas, bersiap menunaikan tanggung jawabnya mengajar... em... mendidik anak-anak muridnya, siswa-siswi X-6 yang bandel-bandel tiada tandingan (pisss :D). Beliau berjalan ke dalam membawa tas yang ia bawa (aduh bebelit) dan menutup pintunya sebelum kami sempat merespon apa-apa...
"JANGAN!!!!!!!!!!!" anak-anak spontan berteriak.
Beberapa refleks menutupi mulut tanda kaget, sebagian hanya terdiam, sebagian mencuri-curi kesempatan memanggil ibu kantin untuk memesan gorengan (iya, jendela kelas kami langsung menghadap kantin), beberapa bersalto panik, sisanya tetap tenang bermain laptop...
Apa yang terjadi, saudara-saudara?? Ternyata PINTUNYA TIDAK BISA DIBUKA (properly) DARI DALAM ruang kelas diakibatkan engsel pintu yang ada di dalam ruangan LEPAS....
Yap, fakta ini benar-benar mengejutkan sampai-sampai ibu kantin yang tadi dipanggil oleh ______ (demi keamanan, nama oknum disembunyikan) TIDAK MAU mengantarkan gorengan yang ia pesan (tepatnya gak denger dipanggil)
Jadi sekarang kalau ruang kelas tertutup, kami harus lewat jendela meminta tolong orang yang lewat di koridor untuk membukakan pintunya. Biasanya sih heran dulu di-request begitu. Kalau nggak, ya coba 'mencongkel' dari dalam. Oh well... thing happens!
Kedua....
...meja guru....
Sebenarnya keajaiban (baca: keanehan) ini terjadi semata-mata karena rebellious mind (pemikiran memberontak gitu deh) kami yang terlalu banyak belajar PKn mengenai persamaan derajat, dan dipadu dengan practical habitual (kebiasaan praktis, alias MALAS) sehingga kami berpikir 'Untuk apa meja guru dibuat lebih bagus daripada meja murid-muridnya padahal fungsinya sama? Bukankah kami justru menghabiskan waktu lebih lama di kelas dibanding sang guru?'
Yus. Meja guru dan meja siswa (hampir) sama. Bedanya hanyalah meja untuk murid difungsikan untuk dua orang sekaligus, sedangkan meja untuk guru difungsikan untuk satu orang saja. Tapi tipenya sama. Kayu. Tanpa lapisan khusus. Tanpa taplak meja. Tanpa stationery alias alat tulis. Tapi plus coretan. Tahu, kan? Coret-coretan murid dari Tip-Ex, pulpen, atau garukan?
Mungkin 'cuma' coret-coretan itu yang membuat beberapa guru komplain pada kami. Sebagian kecil diantaranya lho.
Ketiga....
...apa lagi yah??....
oh ya, KOMPUTERNYA.
Which is sangat sangat ganjil. Karena bahkan kami tidak tahu modelnya, keluaran berapa, OSnya (operating systemnya, serumpun Windows, Linux gitu deh) apa...
Tapi canggih men.
Monitornya aja transparan. CPUnya juga. Keyboardnya juga. Mousenya juga.
Iya. Kami gak punya komputer kelas..... -____________-'
BELIKAN X-6 KOMPUTER KELAS YANG CANGGIHHHHHHHHHHHHHHHHHH~!!! #jeritanhati
---
Yus. Sepertinya itu saja keanehan isi inventaris ruang kelas kami. So far, yang paling aneh memang pintunya. Hasil dimainin seseorang (atau beberapa) siang sepulang sekolah.
Cheersixten!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar